Postingan

SKRINNING FITOKIMIA

SKRINNING FITOKIMIA AKAR SALUANG BELUM (Luvunga crassifolia (Blume) kurz)   I. LATAR BELAKANG  Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan hayati terbesar yang memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman tingkat tinggi. Hingga saat ini tercatat 7000 spesies tanaman telah diketahui khasiatnya namun kurang dari 300 tanaman yang digunakan sebagai bahan baku industri farmasi secara reguler. WHO pada tahun 2008 mencatat bahwa 68 % penduduk dunia masih menggantungkan sistem pengobatan tradisional yang mayoritas melibatkan tumbuhan untuk menyembuhkan penyakit dan lebih dari 80 % penduduk dunia menggunakan obat herbal untuk mendukung kesehatan mereka. Tindakan untuk mendukung hal tersebut maka dilakukan pengembangan obat tradisional melalui penelitian-penelitian ilmiah terbaru dan diproduksi secara modern agar bisa dimanfaatkan sebagai obat untuk kepentingan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Proses saintifikasi tersebut sangat penting agar penggunaan obat ...

sediaan radiofarmasi

SEDIAAN RADIOFARMASI Radiofarmaka merupakan sediaan farmasi dalam bentuk senyawa kimia yang mengandung radioisotop yang diberikan pada kegiatan kedokteran nuklir. Sediaan radiofarmaka pada umumnya terdiri dari dua komponen yaitu radioisotop dan bahan pembawa menuju ke organ target. Pancaran radiasi dari radioisotop pada organ target itulah yang akan dicacah oleh detektor (gamma kamera) untuk direkostruksi menjadi citra ataupun grafik intensitas radiasi.  Syarat senyawa radioaktif untuk tujuan diagnosa adalah sebagai berikut :  1. Murni satu nuklida saja  2. Murni secara radiokimia  3. Pemancar sinar-gamma energi tunggal yang besarnya berkisar antara 100-400 KeV   4. Stabil dalam bentuk senyawa  5. Waktu paruh biologis pendek (Leswara, 2008)  Beberapa contoh sediaan radiofarmaka antara lain yaitu Brom Sufatein I-131 (BSP), Hipuran I-131, Radio Iodinated Human Serum Albumin (RIHSA), Rose Bengal I-131, Tc-99m dalam bentuk senya...

Sediaan eliksir

Eliksir  Eliksir merupakan sediaan berupa larutan yang mempunyai rasa dan bau sedap serta mengandung zat tambahan seperti gula atau zat pemais lainnya, zat pewangi dan pngawet (Depkes RI, 1979). Sedangkan dalam arti lain, eliksir juga dapat diartikan dengan sediaan jernih dan manis yang merupakan larutan hidroalkoholik terutama untuk pemakaian oral serta biasanya beraroma (Depkes RI, 1995). Komponen eliksir yaitu sebagai berikut:  1. Zat aktif  Zat aktif merupakan zat utama/zat berkhasiat dalam sediaan eliksir  2. Pelarut  Pelarut merupakan cairan yang dapat melarutkan zat aktif atau biasa disebut sebagai zat pembawa. Pelarut utama yang digunakan yaitu etanol unutk mempertinggi kelarutan  3. Pemanis  Pemanis merupakan zat tambahan untuk memberikan rasa manis pada eliksir. Dapat ditambahkan gliserol, sorbitol dan propilenglikol sebagai pengganti gula atau sukrosa.  4. Zat penstabil  Zat penstabil merupakan zat tambahan un...

MACAM-MACAM BENTUK SEDIAAN FARMASI

  MACAM-MACAM BENTUK SEDIAAN FARMASI   1. Aerosol adalah bentuk sediaan yang diberi tekanan, mengandung satu atau lebih bahan aktif (terapeutik) yang bila diaktifkan pada saat sistem katup yang sesuai akan memancarkan butiran-butiran cairan dan atau bahan-bahan padat dalam media gas. Sediaan ini digunakan untuk pemakaian topikal pada kulit dan juga untuk pemakaian lokal pada hidung (aerosol nasal), mulut (aerosol lingual) atau paru-paru (aerosol inhalasi). 2. Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Digunakan untuk oral. 3. Tablet yaitu sediaan padat yang mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. 4. Krim adalah sediaan setengah padat mengandung sat atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. 5. Emulsi adalah sistem dua fase yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan yang lain dalam bentuk tetesan kecil. 6. Ek...

Bahan Pengisi Tablet

BAB I PENDAHULUAN  I.1 LATAR BELAKANG   Eksipien merupakan bahan selain zat aktif yang ditambahkan dalamformulasi suatu sediaan untuk berbagai tujuan atau fungsi. Bahan tambahan bukanmerupakan bahan aktif, namun secara langsung atau tidak langsung akanberpengaruh pada kualitas/mutu tablet yang dihasilkan. Beberapa kriteria umumyang esensial untuk eksipien yaitu : netral secara fosiologis, stabil secara fisikadan kimia, memenuhi peraturan perundangan, tidak mempengaruhi bioavaiabilitasobat, bebas dari mikroba patogen dan tersedia dalam jumlah yang cukup danmurah (Sulaiman, 2007). Eksipien mempunyai peranan atau fungsi yang sangat penting dalamformulasi tablet. Hal ini karena tidak ada satupun zat aktif yang dapat langsungdikempa menjadi tablet tanpa membutuhkan eksipien. Eksipien dalam sediaantablet dapat diklasifikasikan berdasarkan peranannya dalam produksi tablet(Sulaiman, 2007).  Tablet adalah sediaan padat, kompak, dibuat secara kempa cetak dalam ...

Spektrofotometri Inframerah

IDENTIFIKASI GUGUS FUNGSIONAL SENYAWA TURUNAN SALISILAT DENGAN SPEKTROFOTOMETRI INFRAMERAH   I. TUJUAN  Tujuan dari praktikum ini yaitu sebagai berikut :  1. Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip dasar spektrofotometri IR/ FTIR dan aplikasinya.  2. Mahasiswa dapat mempraktikkan tahapan analisis produk yang beredar di pasaran dengan metode spektrofotometri IR/ FTIR  3. Mahasiswa dapat menjelaskan cara interpretasi yang dihasilkan oleh spektrofotometer IR/ FTIR. II. TINJAUAN PUSTAKA  II.1 Dasar Teori  Spektrofotometri dapat dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual dengan studi yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombangdan dialirkan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda .Spektrofotometer sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari spektrometer dan fotometer. Spektrometer menghasilkan...