Postingan

Patofisiologi dan penatalaksanaan terapi penyakit gangguan keseimbangan asam basa

Patofisiologi dan penatalaksanaan terapi penyakit gangguan keseimbangan asam basa  A. RINGKASAN  Gangguan keseimbangan asam-basa merupakan suatu gangguan yang disebabkan oleh gangguan pada homeostasis ion hidrogen (H+) yang umumnya dikelola oleh penyangga ekstraseluler, regulasi ion hidrogen dan bikarbonat dari ginjal, dan regulasi ventilasi eliminasi karbon dioksida (CO2) (Dipiro et al., 2009). Ketika pengeluaran melebihi pembentukan atau asupan maka konsentrasi ion hidrogen plasma arteri akan turun yang menyebabkan pH naik diatas 7,4 (pH normal plasma arteri) dan ini disebut sebagai alkalosis (pH bersifat basa). Sebaliknya, pembentukan atau asupan melebihi pengeluaran maka konsentrasi ion hidrogen plasma arteri akan naik yang menyebabkan pH turun dibawah 7,4 dan ini disebut asidosis (pH bersifat asam) (Guyton & Hall, 1997).  Sebagian besar produksi asam tubuh terdapat dalam bentuk CO2 yang dihasilkan dari katabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. A...

Review Jurnal botani farmasi

TUGAS BOTANI FARMASI Alteration Of The Glutathione Redox State Improve Apical Meristem Strructure and Somatic Embryo Quality In White Spruce (Picea glauca)  I. PENDAHULUAN  1.1 Latar Belakang  Berdasarkan hipotesis Belmonte et al yang telah dilakukan sebelumnya bahwa embriogenesis somatik cemara putih (Picea glauca) bisa dioptimalkan melalui reaksi reduksi oksidasi glutathione. Peningkatan jumlah embrio dan kualitasnya dapat diamati melalui reaksi reduksi glutathione (GSH) yang memperlihatkan proliferasi sel dan pembentukan embrio yang belum matang. Kemudian dilanjutkan dengan reaksi oksidatif glutathione (GSSG) yang memperlihatkan perkembangan atau pematangan embrio. Untuk menguji hipotesis ini dan untuk menyelidiki peran dari pasangan reaksi reduksi oksidasi glutathione selama embriogenesis sehingga percobaan ini dilakukan.    1.2 Rumusan Masalah  a. Bagaimana pengaruh reaksi reduksi oksidasi glutathione terhadap peningkatan s...

Vitamin A

Vitamin A   Vitamin A disebut juga dengan retinoid. Manusia dan hewan memiliki enzim di dalam mukosa usus yang sanggup merubah karetinoid provitamin A menjadi vitamin A. Ada tiga bentuk vitamin A yaitu retinol, retinal dan asam retinoat (Baluz, 2000). Struktur dari bentuk vitamin A yaitu sebagai berikut: Gambar struktur vitamin A (Balluz, 2000). Retinol dan retinal mudah dirusak oleh oksidasi terutama dalam keadaan panas atau lembab dan bila berhubungan dengan mineral mikro atau dengan lemak/minyak tengik. Retinol tidak akan berubah dalam gelap sehingga bisa disimpan dalam bentuk ampul, di tempat gelap dan pada suhu di bawah nol. Retinol juga sukar berubah jika disimpan dalam wadah tertutup rapat. Namun, vitamin A dalam bentuk asam (asam retinoat) bersifat lebih stabil dibanding bentuk alkohol (retinol) dan bentuk aldehid (retinal). Vitamin A merupakan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin A memiliki beberapa fungsi penting dalam tubuh yaitu menjaga penglihatan dan sistem...

Review Jurnal Fitokimia

Review Jurnal Fitokimia Judul jurnal :Pengaruh jenis dan perbandingan pelarut terhadap hasil ekstraksi minyak atsiri mawar  Jurnal : J. Hort, tahun 2006, volume 16, nomor 4, halaman 356-359  Penulis : Amiarsi, Yulianingsih dan Sabari S.D    I. PENDAHULUAN  1.1 Latar Belakang  Ekstraksi adalah suatu cara untuk memisahkan campuran beberapa zat menjadi komponen-kom¬ponen yang terpisah. Salah satu metode ekstraksi yaitu ekstraksi solvent (pelarut menguap) yang menggunakan pelarut menguap untuk memisahkan minyak dari jaringan tumbuhan. Prinsip dari ekstraksi ini adalah melarutkan minyak atsiri dalam bahan dengan pelarut organik yang mudah menguap. Berdasarkan hal tersebut, metode ini cocok untuk ekstraksi minyak atsiri mawar. Minyak atsiri yang ber¬asal dari mawar banyak digunakan untuk parfum kualitas tinggi dan industri kosmetika. Concrete (hasil ekstraksi bunga menggunakan pelarut) digunakan sebagai bahan baku parf...

Termodinamika

TERMODINAMIKA  Termodinamika berkaitan dengan hubungan kuantitatif antara panas dan bentuk lain dari bentuk energi, termasuk mekanik, kimia, elektrik, dan energi radiasi. Suatu benda dikatakan memiliki energi kinetik dikarenakan gerakannya atau gerakan dari bagian-bagian nya,seprti molekul, atom dan elektron, serta memiliki energi potensial disebabkan oleh posisinya atau konfigurasi dari bagian-bagiannya. Tidak mungkin untuk mengetahui harga mutlak energi suatu sistem, lebih tepat dikatakan mencatat perubahan energi yang terjadi saat suatu sistem mengalami perubahan.  HUKUM I TERMODINAMIKA  Hukum pertama adalah suatu pernyataan dari kekekalan energi.Dinyatakan bahwa, walaupun energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, namun tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Dengan kata lain, total energi dari suatu sistem dan lingkungan sekitarnya (dinyatakan sebagai sistem terisolasi) adalah tetap dalam proses. Pernyataan ini berdasarkan kenyataan bahwa b...

Metabolisme Obat

Metabolisme Obat    Metabolisme merupakan perubahan secara biokimiawi/ kimiawi yang dilakukan oleh tubuh terhadap senyawa endogen. Metabolisme obat sering juga disebut dengan biotransformasi. Namun, keduanya juga sering dibedakan. Karena biotransformasi diartikan sebagai perubahan secara biokimiawi/ kimiawi yang dilakukan oleh tubuh terhadap senyawa eksogen (xenobiotika) (Nugroho, 2012). Metabolisme mempunyai tiga tujuan utama yaitu sebagai berikut:  1. Menyediakan energi bagi fungsi tubuh dan pemeliharaan  2. Memecah senyawa yang tercerna, misalnya katabolisme menjadi senyawa yang lebih sederhana dan biosintesis molekul yang lebih kompleks, misalnya anabolisme (biasanya membutuhkan energi) 3. Mengubah senyawa asing (obat) menjadi lebih polar, larut air dan terionisasi sehingga lebih mudah diekskresi  (Nugroho, 2012).   Metabolisme obat mempunyai efek penting yaitu sebagai berikut:  1. Obat menjadi lebih hidrofilik, hal ini mempe...

fraksinasi

FRAKSINASI BAHAN ALAM AKAR SALUANG BELUM (Luvunga crassifolia (Blume) kurz) LATAR BELAKANG  Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan hayati terbesar yang memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman tingkat tinggi. Hingga saat ini tercatat 7000 spesies tanaman telah diketahui khasiatnya namun kurang dari 300 tanaman yang digunakan sebagai bahan baku industri farmasi secara reguler. WHO pada tahun 2008 mencatat bahwa 68 % penduduk dunia masih menggantungkan sistem pengobatan tradisional yang mayoritas melibatkan tumbuhan untuk menyembuhkan penyakit dan lebih dari 80 % penduduk dunia menggunakan obat herbal untuk mendukung kesehatan mereka. Tindakan untuk mendukung hal tersebut maka dilakukan pengembangan obat tradisional melalui penelitian-penelitian ilmiah terbaru dan diproduksi secara modern agar bisa dimanfaatkan sebagai obat untuk kepentingan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Proses saintifikasi tersebut sangat penting agar penggunaan obat tradisional tid...