Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Patofisiologi dan penatalaksanaan terapi penyakit gangguan keseimbangan asam basa

Patofisiologi dan penatalaksanaan terapi penyakit gangguan keseimbangan asam basa  A. RINGKASAN  Gangguan keseimbangan asam-basa merupakan suatu gangguan yang disebabkan oleh gangguan pada homeostasis ion hidrogen (H+) yang umumnya dikelola oleh penyangga ekstraseluler, regulasi ion hidrogen dan bikarbonat dari ginjal, dan regulasi ventilasi eliminasi karbon dioksida (CO2) (Dipiro et al., 2009). Ketika pengeluaran melebihi pembentukan atau asupan maka konsentrasi ion hidrogen plasma arteri akan turun yang menyebabkan pH naik diatas 7,4 (pH normal plasma arteri) dan ini disebut sebagai alkalosis (pH bersifat basa). Sebaliknya, pembentukan atau asupan melebihi pengeluaran maka konsentrasi ion hidrogen plasma arteri akan naik yang menyebabkan pH turun dibawah 7,4 dan ini disebut asidosis (pH bersifat asam) (Guyton & Hall, 1997).  Sebagian besar produksi asam tubuh terdapat dalam bentuk CO2 yang dihasilkan dari katabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. A...

Review Jurnal botani farmasi

TUGAS BOTANI FARMASI Alteration Of The Glutathione Redox State Improve Apical Meristem Strructure and Somatic Embryo Quality In White Spruce (Picea glauca)  I. PENDAHULUAN  1.1 Latar Belakang  Berdasarkan hipotesis Belmonte et al yang telah dilakukan sebelumnya bahwa embriogenesis somatik cemara putih (Picea glauca) bisa dioptimalkan melalui reaksi reduksi oksidasi glutathione. Peningkatan jumlah embrio dan kualitasnya dapat diamati melalui reaksi reduksi glutathione (GSH) yang memperlihatkan proliferasi sel dan pembentukan embrio yang belum matang. Kemudian dilanjutkan dengan reaksi oksidatif glutathione (GSSG) yang memperlihatkan perkembangan atau pematangan embrio. Untuk menguji hipotesis ini dan untuk menyelidiki peran dari pasangan reaksi reduksi oksidasi glutathione selama embriogenesis sehingga percobaan ini dilakukan.    1.2 Rumusan Masalah  a. Bagaimana pengaruh reaksi reduksi oksidasi glutathione terhadap peningkatan s...

Vitamin A

Vitamin A   Vitamin A disebut juga dengan retinoid. Manusia dan hewan memiliki enzim di dalam mukosa usus yang sanggup merubah karetinoid provitamin A menjadi vitamin A. Ada tiga bentuk vitamin A yaitu retinol, retinal dan asam retinoat (Baluz, 2000). Struktur dari bentuk vitamin A yaitu sebagai berikut: Gambar struktur vitamin A (Balluz, 2000). Retinol dan retinal mudah dirusak oleh oksidasi terutama dalam keadaan panas atau lembab dan bila berhubungan dengan mineral mikro atau dengan lemak/minyak tengik. Retinol tidak akan berubah dalam gelap sehingga bisa disimpan dalam bentuk ampul, di tempat gelap dan pada suhu di bawah nol. Retinol juga sukar berubah jika disimpan dalam wadah tertutup rapat. Namun, vitamin A dalam bentuk asam (asam retinoat) bersifat lebih stabil dibanding bentuk alkohol (retinol) dan bentuk aldehid (retinal). Vitamin A merupakan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin A memiliki beberapa fungsi penting dalam tubuh yaitu menjaga penglihatan dan sistem...